Pengembangan Rumah Tipe 40m2


Penjualan rumah dengan tipe dan luas tanah kecil telah menjadi hal yang biasa terjadi dalam perkembangan properti di indonesia. Semakin mahalnya ketersediaan lahan dan harga bahan bangunan yang terus meningkat serta rendahnya kemampuan konsumen menjangkau harga rumah, membuat para developer harus berpikir keras membuat luas tanah dan bangunan menjadi lebih kecil agar harganya terjangkau para konsumen.

Lahan dengan kategori lahan kecil umumnya memiliki luas di bawah 100 m2 atau dengan kisaran harga pembelian 50 s/d 70 juta (estimasi). Luasan tanah seperti ini lahan efektif yang bisa dibangun adalah sekitar 80% atau maksimal tipe 80 m2. Biasanya komposisi ruangannya teridiri dari r.tamu, 2 s/d 3 kamar tidur, 1 kamarmandi+toilet, dapur (kadang dapur tidak direncanakan), ruang keluarga yang dijadikan satu fungsi dengan ruang makan. Komposisi ini dipastikan sangat kurang bagi para pemilik dengan jumlah anggota keluarga lebih banyak. Oleh karena itu, renovasi dan pengembangan denah menjadi opsi yang tidak terelakkan seiring dengan kebutuhan ruangan dari si pemilik.

Saya ingin mengangkat tema pengembangan denah pada tipe 40 m2 yang secara umum tipe ini hanya terdiri dari 2 kamar tidur, 1 Km+WC, dapur (optional, kadang tidak direncanakan), ruang tamu dan ruang keluarga/makan. Sebelum saya lanjutkan, saya perlu mengingatkan adalah penting bagi kita untuk merencanakan dan memilih rumah dengan konsep /model rumah tumbuh di awal pembelian rumah kita karena dengan begitu akan mengurangi cost pengembangan pada saatnya nanti. Desain pengembangan yang saya lakukan teridiri dari :

  • Kamar tidur depan pada denah asal digunakan sebagai area tangga utama (akses utama ke lantai dua), dan memindah kamar tersebut ke lantai dua.
  • Kamar mandi/WC di lantai dua untuk memenuhi kebutuhan penghuni di lantai dua.
  • Dapur tetap dipertahankan.
  • Tempat jemur yang diakses melalui tangga putar di belakang rumah yang diletakkan di samping tempat cuci.
  • Ukuran kamar tidur utama diperluas dengan membongkar tembok belakang dan memindah jendela menghadap ke arah tempat cuci, untuk mengurangi pengaruh lembab pada kamar ini dibuatkan bukaan berupa taman. Bukaan ini sekaligus berfungsi untuk sirkulasi udara
  • Perluasan dan perubahan fungsi teras menjadi ruang tamu terbuka, ini tidak harus didesain seperti ini karena ada yang tidak senang dengan konsep ini.
  • Ruang televisi yang biasanya menjadi bagian dari ruang keluarga menjadi kebutuhan wajib dan diletakan di lantai dua, sayangnya ruang keluarga pada denah asal harus rela menjadi ruang makan karena sebelumnya fungsi ini tidak ada karena kurangnya space.

Sesungguhnya banyak konsep yang bisa kita kembangkan dalam sebuah pengembangan rumah, yang penting pemilik mengetahui apa yang diperlukan atau ruangan apa yang nantinya dibutuhkan. Jadi tidak asal mengembangkan saja. Jika kita hendak membeli sebuah rumah cobalah untuk memilih konsep/rumah tumbuh dengan pertimbangan adanya renovasi di kemudian hari.

Semoga bermanfaat.

Comments
One Response to “Pengembangan Rumah Tipe 40m2”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: